12 February 2013

Patarsono

Ahok: Angkot Akan Kita Habisi!

Aksi kekerasan yang marak terjadi di dalam mobil angkutan kota (angkot) di Jakarta, membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram.
Seperti diketahui, kasus terkahir menimpa seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Annisa Azward yang nekat loncat keluar akiabt takut akan diculik. Ahok pun turut angkat bicara terkait hal ini.

"Nanti angkot ini akan kita habiskan! Enggak ada angkot lagi di DKI," tegasnya di kantor Balai Kota, Jakarta, Senin (11/2/2013).

Namun, rencana itu akan dilakukan mantan Bupati Belitung Timur ini setelah pihaknya mampu mencukupi jumlah armada bus-bus besar dan bus dengan ukuran sedang. "Tapi setelah bus-bus besar cukup. Nah ini kita juga mau beli bus sedang 1.000 unit," kata Ahok.

Bila rencananya itu sudah tercapai, Ahok meyakini bahwa warga Jakarta tidak akan lagi yang mau untuk naik angkot. "Nah kalau semuanya sudah terukur, busway sudah terintegerasi. Orang enggak bakalan mau naik angkot lagi," terangnya.

Selain itu, Ahok mengklaim bahwa jajarannya akan memberikan gaji bagi para sopir angkutan umum itu jauh diatas upah minimum DKI yang mencapai Rp2,2 juta. "Malah kita tawarkan insentif dalam satu kesatuan gaji 3,5 kali UMP. Hingga sesuatu yang baik itu akan indah," terangnya.

Hal itu dilakukannya, sebagai upaya pemberantasan sopir tembak yang menjamur. "Nah kalau sopir baru, pindah, jadi sopir yang betul yang akan kita terima. Ini kan tembak semua, mererka kejar setoran, karena setoran itu tembak semua jadinya," tandasnya.

Mau Reklamasi Pulau, DPRD Tak Pernah Diajak Diskusi oleh Ahok
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin mengaku jajarannya belum mendapat penjelasan dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terkait dengan rencana reklamasi 17 pantai.
  "Menurut saya, saya agak kritik ya, karena kan ini pemerintah daerah, sebaiknya hal yang bersifat strategi itu disepakati bersama, baik eksekutif maupun legislatif karena kita ini skemanya partnership," ujarnya saat ditemui wartawan di Gedung DPRD DKI, Selasa (12/2/2013).Karena belum mendapatkan penjelasan dari eksekutif, Selamat mengkhawatirkan akan menimbulkan pertanyaan dari masyarakat."Maksudnya itu untuk kepentingan kita semua, itu fungsinya untuk apa, amdal nya akan seperti apa? Ownershipnya siapa? Sehingga pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab bersama," kata Selamat.

Seperti diketahui, rencana reklamasi 17 pulau ala Ahok itu, merupakan kesatuan dari program mega proyek Giant Sea Wall yang diperkirakan menelan biaya sekira Rp200 triliun.

Menurut Slamet, masih banyak program Pemprov DKI yang harus diselesaikan terutama persoalan banjir."Itu semangatnya harus membangun Giant Sea Wall. Jadi jangan sampai agenda utamanya itu terlupakan dengan adanya agenda pembuatan pulau-pulau ini. Jadi harus punya agendanya mengatasi masalah banjir yang tidak kunjung beres, mengatasi permasalahan air baku yang krisis untuk di Jakarta dan penanganan masalah sampah-sampah di utara Jakarta itu yang paling penting. Jadi sifatnya pembangunan pulau-pulai itu cuma aksesoris, bukan agenda utama," tandasnya.

Patarsono

About Patarsono -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :