27 February 2013

Patarsono

Anas Urbaningrum : "Ini Halaman Pertama"

halaman pertama Anas, siapa berikutnya
"Barangkali ada yang berpikir ini adalah akhir dari segalanya. Hari ini saya nyatakan, ini baru permulaan. Ini adalah awal sebuah langkah berat.  Ini baru halaman pertama. Masih banyak halaman berikutnya yang akan kita buka dan baca bersama untuk kebaikan,"

Inilah sepenggal kalimat yang duucapkan oleh Anas Urbaningrum Ketua Umum Partai Demokrat saatpidato pengunduran dirinya dari jabatannya, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat No 7, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2013).

Sehari setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Sabtu (23/2), Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum secara resmi mengundurkan diri dari jabatan yang dipegangnya sejak Kongres PD di Bandung, Juli 2010. Pengunduran dirinya ditandai dengan melepaskan jaket kebesaran Demokrat.  "Saya lepas jaket ini. Dan saya menjadi manusia yang bebas dan merdeka," kata Anas, di kantor DPP PD, kemarin, didampingi Wasekjen DPP Demokrat Saan Mustopa, Ketua DPP PD Gede Pasek Suardika, dan Ketua DPC PD Cilacap Tridianto.

Dengan tenang dan berpidato tanpa teks, Anas menyatakan, penetapan dirinya sebagai tersangka korupsi Hambalang dan berhentinya dia dari Ketum PD bukan akhir segalanya. Justru sebaliknya, ini adalah mula dari kisah baru.
Selanjutnya Anas mengatakan :
"Ini bukan tutup buku. Ini pembukaan halaman pertama. Saya yakin halaman berikutnya akan makin bermakna bagi kepentingan kita bersama,"

Anas berjanji, dalam kondisi apapun akan tetap berkomitmen dan berikhtiar untuk memberikan sesuatu yang berharga bagi masa depan politik dan demokrasi di Indonesia. 

"Buku-buku itu jangan dipahami dalam perspektif yang ngeres. Tapi dalam positif dan konstruktif, kemaslahatan, dan perbaikan yang lebih besar," ucapnya.

Dengan pengunduran diri itu, Anas menyatakan, secara organisatoris dia tidak lagi menjadi bagian dari partai berlambang Mercy itu. Ia mengaku, memiliki standar etik pribadi. Keputusan untuk mundur dari jabatan ketum merupakan komitmen pribadinya, baik dinyatakan terlibat kasus pelanggaran hukum atau berstatus tersangka. Bila hal itu ditetapkan maka dia akan mundur, baik dengan atau tanpa pakta integritas partai.

Pada Ahad (10/2), pekan lalu, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan 10 pakta integritas kader bersama dengan delapan anggota majelis tinggi, (tak termasuk Anas) bersama dengan 33 ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PD di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Salah satu poinnya, kader yang terlibat dalam kasus hukum dan ditetapkan sebagai tersangka diminta mundur.

Seusai mundur, Anas menyatakan akan berkonsentrasi menghadapi proses hukum yang dialamatkan padanya. Dia menginginkan proses hukum berjalan secara adil, transparan, dan tidak direkayasa. Sejak awal, dia yakin tidak terlibat proses pelanggaran hukum yang terkait dengan Hambalang. Ia juga memiliki keyakinan bahwa tuduhan-tuduhan yang dialamatkan padanya tidak berdasar.

Namun, sebelum KPK menetapkannya sebagai tersangka, Anas sudah meyakini akan mendapatkan 'status' itu ketika muncul desakan kepada lembaga pemberantasan korupsi tersebut untuk memperjelas status hukumnya. Dan ia semakin yakin, manakala dia diminta fokus pada kasusnya oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Bahkan, saat wewenangnya sebagai ketua umum partai mulai diambil alih, ia semakin mengerti bahwa dia sudah divonis. "Apalagi saya tahu beberapa petinggi Partai Demokrat yakin betul, haqul yakin pasti Anas minggu ini menjadi tersangka," urai Anas.

Patarsono

About Patarsono -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :