15 May 2014

Patarsono

Taksonomi Dan Identifikasi Ikan Macan (Tiger Fish)

 Taksonomi Dan Identifikasi Ikan Macan (Pseudoplatystoma fascistum)

Filum                   : Chordata
Super kelas          : Pisces
Kelas                   : Chondrichthyes
Ordo                     : Percomorphi
Famili                   : Serranidae
Genus                   : Pseudoplatystoma
Spesies                  : Pseudoplatystoma fascistum

Ikan Macan (Pseudoplatystoma fascistum) merupakan anggota dari super kelas pisces yang memiliki pertulangan rawan, sehingga masuk ke dalam kelas chondrichthyes. Memiliki nama lokal yaitu ikan macan atau Tiger Fish.

Bentuk tubuh Ikan Macan (Pseudoplatystoma fascistum) memanjang, ditutupi oleh sisik bertipe placoid. Tubuh ada tutul warna putih seperti pada macan tutul. Warna tubuh bercorak hitam.

Ikan Macan (Pseudoplatystoma fascistum) memiliki vovea nasalis dan memiliki sungut yang berguna sebagai alat sensoris dan peraba. Pinna dorsalis ada 2 buah, anus ada diantara pinna ventralis. Alat gerak berupa sirip. Tubuh terbagi atas caput, truncus, dan caudal. Tipe mulut inferior yaitu terletak pada bagian ventralnya. Tipe caudal homocercal yaitu terbagi dua sama besar. Hidup di perairan laut.

Sistem pencernaan dengan rahang bergigi, faring terbuka. Esofagus di sebelah posterior faring, terus bersatu dengan bagian kardial lambung, terus ke bagian pilorik lambung, lalu berkelok ke depan membentuk huruf U, terus ke duodenum lalu usus yang berkatup spiral, akhirnya ke rektum dan kloaka. Kloaka merupakan lubang keluar sistem pencernaan, sistem ekskresi, dan sistem reproduksi.

Sistem respirasi dengan menggunakan insang yang tertutup oleh operkulum. Sistem sirkulasi dengan jantung yang hanya mempunyai 1 atrium dorsal (aurikel) yang menerima darah dari sinus venosus, dan 1 ventrikel ventral yang memompa darah ke konus arterious. Darah dari dinding saluran pencernaan masuk ke dalam hati melalui vena porta hepatis lalu ke sinus venosus melalui sinus-sinus hati. Vena porta renalis membawa darah dari ujung posterior ke kapiler-kapiler mesonefros dan dari ginjal ini darah masuk ke vena kardinal posterior.

Sistem ekskresi dengan 2 ginjal yang panjang, sempit, mesonefros, yang mengeluarkan ekskret ke kloaka melalui saluran wolff (saluran mesonefros). Ginjal terletak di dorsal selom, menempel pada kolumna vertebrae. Sistem reproduksi dengan fertilisasi internal.

Baca juga artikel ini :

Patarsono

About Patarsono -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :