31 January 2016

Patarsono Tinambunan

10 Tahun Pluto Lengser, Planet Kesembilan Baru Kini Ditemukan

Caltech Planet ke sembilan mungkin menghuni tepian tata surya. Ilmuwan Caltech menemukan petunjuknya.
KOMPAS.com — Astronom menemukan petunjuk keberadaan planet kesembilan, dan itu bukan Pluto yang dikeluarkan dari posisinya sebagai planet, tahun 2006 lalu. Penemuan ini berpotensi kembali menggoyang kemapanan pemahaman tentang tata surya.

Michael E Brown dan Konstantin Batygin dari California Institute of Technology mengungkap riset yang menunjukkan adanya planet kesembilan itu dalam publikasi di Astrophysical Journal pada Rabu (20/1/2016).

"Kami cukup yakin ada satu lagi planet di luar sana," kata Brown seperti dikutip New York Times, Rabu kemarin.

Brown mengatakan, planet itu memiliki massa 5-10 kali bumi. Dengan massa itu, planet kesembilan pantas disebut sebagai Bumi super atau Neptunus mini.

Letak planet kesembilan itu begitu jauh. Di titik terdekat, jaraknya dengan Matahari mencapai 32 miliar kilometer, sedangkan di titik terjauh 160 miliar kilometer, 200-1.200 kali lebih jauh dari jarak Bumi ke Matahari.

"Mungkin memakan waktu 20.000 tahun untuk melakukan revolusi penuh," kata Batygin seperti dikutip National Geographic.

Jika hidup di planet itu, umur manusia akan terkesan sangat singkat. Taruhlah umur rata-rata manusia di bumi 65 tahun, di planet itu hanya terhitung 0,00325 tahun.

Kisah penemuan petunjuk

Penemuan yang berpotensi memicu penulisan ulang anggota tata surya itu sebenarnya bermula dari pesimisme. Brown dan Batygin tak yakin ada planet kesembilan.

Tahun 2014, Scott Sheppard dari Carnegie Institution of Science dan Chad Trujillo dari Gemini Observatory di Hawaii memublikasikan makalah yang mengungkap kemungkinan adanya planet kesembilan.

"Kami pikir gagasan itu gila," kata Brown seperti dikutip The Washington Post, Rabu.

Menurut Brown dan Batygin, obyek yang lebih jauh dari Pluto mungkin hanya benda-benda kecil, seperti asteroid yang terhampar di kawasan tepi tata surya bernama Sabuk Kuiper.

Namun, dengan melakukan penghitungan dan pemodelan komputer, Brown dan Batygin justru menemukan bahwa keberadaan obyek besar seukuran planet itu sangat mungkin.

Ada dua petunjuk terkait keberadaan planet, yaitu adanya celah di Sabuk Kuiper dan tatanan beberapa benda langit di sana.

Pada jarak antara 7,5 miliar kilometer dan 10,5 miliar kilometer dari Matahari, di daerah Sabuk Kuiper, ada sebuah celah besar alias daerah kosong. Celah ini mungkin terjadi bila ada benda besar yang dengan gaya gravitasinya mampu mengosongkan wilayah.

Di Sabuk Kuiper, ada enam benda besar bernama Sedna, 2004 VN112, 2007 TG422, 2012 GB174, 2012 VP113, dan 2013 RF98 yang letaknya mengelompok. Itu tak mungkin kebetulan. Pasti ada gangguan gravitasi dari benda besar yang membuatnya demikian.

"Benar-benar sebuah momen yang mengejutkan manakala ide lucu berubah menjadi sesuatu yang mungkin nyata," kata Brown.

Brown adalah astronom di belakang penemuan Eris, benda kecil di Sabuk Kuiper. Berkat penemuan itu, Pluto "ditendang" dari statusnya sebagai planet.

Masih awal

Namun, Sheppard mengungkapkan bahwa petunjuk ini masih awal. Belum bisa dipastikan bahwa planet kesembilan itu benar-benar ada.

"Sampai kita benar-benar melihatnya, maka akan selalu menjadi pertanyaan apakah obyek itu benar-benar ada," ungkap Sheppard.

Meski demikian, Sheppard mengatakan, kemungkinan planet kesembilan itu nyata adalah 40-60 persen. Sementara itu, Brown 90 persen yakin.

Astronom amatir Ma'rufin Sudibyo mengatakan, "Astronom masih harus bekerja keras, bahkan sangat keras, dengan mengerahkan segenap instrumen terbaiknya saat ini untuk bisa mengungkap apakah 'planet kesembilan' memang benar-benar ada atau tidak."

"Dengan perkiraan magnitudo semu sekitar +24, upaya pencarian ini akan menjadi salah satu petualangan ilmiah yang sangat sulit, sekaligus sangat menantang," imbuhnya.Astronom menemukan petunjuk keberadaan planet kesembilan, dan itu bukan Pluto yang dikeluarkan dari posisinya sebagai planet, tahun 2006 lalu. Penemuan ini berpotensi kembali menggoyang kemapanan pemahaman tentang tata surya.

Michael E Brown dan Konstantin Batygin dari California Institute of Technology mengungkap riset yang menunjukkan adanya planet kesembilan itu dalam publikasi di Astrophysical Journal pada Rabu (20/1/2016).

"Kami cukup yakin ada satu lagi planet di luar sana," kata Brown seperti dikutip New York Times, Rabu kemarin.

Brown mengatakan, planet itu memiliki massa 5-10 kali bumi. Dengan massa itu, planet kesembilan pantas disebut sebagai Bumi super atau Neptunus mini.

Letak planet kesembilan itu begitu jauh. Di titik terdekat, jaraknya dengan Matahari mencapai 32 miliar kilometer, sedangkan di titik terjauh 160 miliar kilometer, 200-1.200 kali lebih jauh dari jarak Bumi ke Matahari.

"Mungkin memakan waktu 20.000 tahun untuk melakukan revolusi penuh," kata Batygin seperti dikutip National Geographic.

Jika hidup di planet itu, umur manusia akan terkesan sangat singkat. Taruhlah umur rata-rata manusia di bumi 65 tahun, di planet itu hanya terhitung 0,00325 tahun.

Kisah penemuan petunjuk

Penemuan yang berpotensi memicu penulisan ulang anggota tata surya itu sebenarnya bermula dari pesimisme. Brown dan Batygin tak yakin ada planet kesembilan.

Tahun 2014, Scott Sheppard dari Carnegie Institution of Science dan Chad Trujillo dari Gemini Observatory di Hawaii memublikasikan makalah yang mengungkap kemungkinan adanya planet kesembilan.

"Kami pikir gagasan itu gila," kata Brown seperti dikutip The Washington Post, Rabu.

Menurut Brown dan Batygin, obyek yang lebih jauh dari Pluto mungkin hanya benda-benda kecil, seperti asteroid yang terhampar di kawasan tepi tata surya bernama Sabuk Kuiper.

Namun, dengan melakukan penghitungan dan pemodelan komputer, Brown dan Batygin justru menemukan bahwa keberadaan obyek besar seukuran planet itu sangat mungkin.

Ada dua petunjuk terkait keberadaan planet, yaitu adanya celah di Sabuk Kuiper dan tatanan beberapa benda langit di sana.

Pada jarak antara 7,5 miliar kilometer dan 10,5 miliar kilometer dari Matahari, di daerah Sabuk Kuiper, ada sebuah celah besar alias daerah kosong. Celah ini mungkin terjadi bila ada benda besar yang dengan gaya gravitasinya mampu mengosongkan wilayah.

Di Sabuk Kuiper, ada enam benda besar bernama Sedna, 2004 VN112, 2007 TG422, 2012 GB174, 2012 VP113, dan 2013 RF98 yang letaknya mengelompok. Itu tak mungkin kebetulan. Pasti ada gangguan gravitasi dari benda besar yang membuatnya demikian.

"Benar-benar sebuah momen yang mengejutkan manakala ide lucu berubah menjadi sesuatu yang mungkin nyata," kata Brown.

Brown adalah astronom di belakang penemuan Eris, benda kecil di Sabuk Kuiper. Berkat penemuan itu, Pluto "ditendang" dari statusnya sebagai planet.

Masih awal

Namun, Sheppard mengungkapkan bahwa petunjuk ini masih awal. Belum bisa dipastikan bahwa planet kesembilan itu benar-benar ada.

"Sampai kita benar-benar melihatnya, maka akan selalu menjadi pertanyaan apakah obyek itu benar-benar ada," ungkap Sheppard.

Meski demikian, Sheppard mengatakan, kemungkinan planet kesembilan itu nyata adalah 40-60 persen. Sementara itu, Brown 90 persen yakin.

Astronom amatir Ma'rufin Sudibyo mengatakan, "Astronom masih harus bekerja keras, bahkan sangat keras, dengan mengerahkan segenap instrumen terbaiknya saat ini untuk bisa mengungkap apakah 'planet kesembilan' memang benar-benar ada atau tidak."

"Dengan perkiraan magnitudo semu sekitar +24, upaya pencarian ini akan menjadi salah satu petualangan ilmiah yang sangat sulit, sekaligus sangat menantang," imbuhnya.

Patarsono Tinambunan

About Patarsono Tinambunan -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :

1 komentar:

Write komentar
pak alresky
AUTHOR
October 14, 2016 at 9:45 PM delete

ASS..WR.WB.SAYA pak alresky TKI BRUNAY DARUSALAM INGIN BERTERIMA KASIH BANYAK KEPADA EYANG WORO MANGGOLO,YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,BERKAT BANTUAN AKI SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA,DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DI GADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN EYANG WORO MANGGOLO MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DI SANGKA SANGKA TERNYATA BERHASIL,BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA SEPERTI KAMI SILAHKAN HUBUNGI NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-9177-2208) JANGAN ANDA RAGU ANGKA RITUAL EYANG WORO MANGGOLO SELALU TEPAT DAN TERBUKTI INI BUKAN REKAYASA SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN NYA TERIMAH KASIH


NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-9177-2208)


BUTUH ANGKA GHOIB HASIL RTUAL EYANG WORO MANGGOLO
angka;GHOIB: singapura

angka;GHOIB: hongkong

angka;GHOIB; malaysia

angka;GHOIB; toto magnum

angka”GHOIB; laos…

angka”GHOIB; macau

angka”GHOIB; sidney

angka”GHOIB: vietnam

angka”GHOIB: korea

angka”GHOIB: brunei

angka”GHOIB: china

angka”GHOIB: thailand

ANGKA TOGEL JITU 2D 3D 4D 5D 6D
0823-9177-2208
saya pak alresky posisi sekarang di malaysia
bekerja sebagai BURU BANGUNAN gaji tidak seberapa

Reply
avatar