07 September 2017

Patarsono Tinambunan

BIOGRAFI ELIAS JAMES COREY



(Peraih Nobel Tahun 1990)Hasil gambar untuk GAMBAR ELIAS JAMES COREY
ELIAS JAMES COREY
Elias James corey lahir pada bulan Juli tahun 1928 di Metheun, Masschussetts. Elias, ayahnya,meninggal dunia 18 bulan etelah kelahirannya. Sang ayah adalah pengusaha sukses di lingkungan masyarakat  tempat di lahir, yaitu 30 mil di sebelah utara Boston. Ibunya, Fatina (nama gadisnya  Nona Hasham), mengubah namanya dari William menjadi Elias,segera setelah ayahnya meninggal.
                Dari usia 15 sampai 20 tahun,Elias belajar di Sekolah Dasar Saint Laurence O`Toolo di Lawrence, sebuah kota yang berdampingan dengan Methuen. Di sana a diajar oleh para biarawati Katolik dari Ordo Notre Dame de Namour. Ia menyukai semua mata pelajaran.   Ia tidak ingat pernah belajar ilmu pasti, kecuali maematika. Elas lulus dari Lawrence Public High School pada usia 16 tahun. Ia masuk ke Massachussetts Institute of Technology, hanya beberapa mingu kemudian, pada juli 1945, dengan persiapan sempurna. Sebab sebagan besar gurunya di sekolah lanjuan (SMU) adalah guru-guru yang berdedikasi dan berkemampuan. Meski pelajaran favoritnya adalah matematika, ia tidak mempunyai rencana untuk karirnya, kecuali gagasan bahwa teknik elektronika mungkin menarik karena bidang itu memanfaatkan matematika sebagai hal baru yang menarik baginya.
                Kuliah pertamanya adalah ilmu-ilmu dasar:matematika, fiska, dan kimia, yang semuanya menyenagkan.Ia beralih ke kimia bahkan sebelum mengikuti kuliah teknik karena kehebatan dan antusiasme guru-gurunya, psisi sentral kimia dalam ilmu pengetahuan, dan kepuasan memecahkan masalah-masalah di laboratorium. Kimia organik mempesonanya tetutama karena keindahan intriksik dan relevansinya yang sangat besar terhadap kesehatan manusia.
                Karena minatnyadi bidang kimia merentang dari segi teoritis dan kuantitatif ke ujung spektrum biologi, ia memutuskan untuk mempertahankan sebuah program yang luas di bidang pengajaran dan penelitian, serta menerapkan sebagai suatu disiplin  tanpa batas-batas internal. Penelitian Elias pada 3 tahun pertama, harus di lakukan hanya dengan tangannya sendiri dan sejumlah kecil mahasiswa  undergraudate. Penelitian tersebut mengenai kimia organik fiska. Penelitian itu harus dilakukan dengan penerapan teori orbit molekul untuk memehami keadaan-keadaan transisi untuk berbagai reaksi dalam detl tiga di mensi ( misalnya, detil stereokimia).
                Gagasan stereoelektronik yang muncul dari penelitian ini masih di gunakan secara luas di bidang kimia dan enzimologi mekanistis. Menjelang tahun 1954, sebagai profesor pembantu dengan kelmpok yang terdiri atas 3 siswa graudate, ia mampu memulai proyek-proyek eksperimen yang lebih kompleks, yang berurusan dengan struktur, stereokimia,dan sintesis produk-produk alamiah. Sebagai hasil kesuksesan penelitian ini, tahun 1956 ia di angkat menjadi Profesor Kimia di usianya yang ke-27 tahun. Kelompok penelitiannya berkembang dan lingkup penelitiannya juga meluas sehingga mencakup topik-topik lain seperti sintesis enantioselektif,senyawa-senyawa metal, reaksi-reaksi baru untuk kimia sintesis dan kimia enzim.
                Pada musim gugur tahun 1957, Elias memperoleh beasiswa Guggenheim dan cuti sabatnya yang pertama. Kesempatan itu berbagi antara Harvard, yang tawarannya ia peroleh dari almarhum Prof. Robert B. Woodward, dari Eropa. Empat bulan terakhir dari tahun 1957 akan terbukti menghasilkan penemuan yang tak disengaja. Di bulan september, segera seteah awal keberadaannya di Harvard, pamannya, John, meninggal.
                Tahun 1957 ia berkunjung ke Swiss, London, dan Lund. Kunjungan yang terakhir atas undangan Prof. Karl Sune Bergstrom. Di Lund, Departemen Bergstrom-lah yang membuatnya terbujuk oleh prostaglandin. Sejak saat itu, penelitiannya di pertengahan tahun 1960-an mengarah pada sintesis kimia pertama tentang prostaglandin dan keterlibatannya dalam bidang perkembangan eikosanoid.
                Pada musim semi 1959 ia memperoleh tawaran jabatan profesor di Harvard, yang ia terima dengan sangat antusias karena ingin berdekatan dengan keluarga. Kedua, karena Departemen kimia di Harvard adalah departemen yang lengkap. Fakultas Hatvard pada tahun 1959 merangkul Paul D. Bartlett, Konrad Bloch, Lousi E Fieser, George B. Kistiakowski, E. G. Rochow, Frank H. West Heimqr, E.B. Wilson, dan R.B. Woodward, semuanya raksasa di bidang kimia.
                Di Harvard kelompok penelitiannya tumbuh secara kuantitas dan kualitas, dan mengembangkan semangat serta dinamika ti yang menjadi kesenangan yang tak ada habisnya. Elias bisa melalui banyak proyek ilmiah baru dan mengajar kuliah graudate tingkat tinggi di bidang sintesis kimia. Dengan menggunakan analisis konsep-konsep retrosintesis  yang dituntun srategi yang luas, para siswa graudate tahun pertama bisa di didik hanya dalam waktu 3 bulan untuk merancang sintesis kimia yang canggih. Minat penelitian segera berkembang di bidang-bidang berikut: sintesis senyawa, molekul bioaktif, logika sintesis kimia,  metode-metode baru sintesis, katalis molekuler dan robot, kimia organik teoritis dan mekanisme reaksi, kimia organometalik, kimia bioorganik dan enzim, prostaglandin dan eikosanoid lain, serta relevansinya dengan obat-obatan, penerapan komputer bagi masalah- masalah kimia organik, terutama untuk analisisretrosintetis.
                Pada tahun 1961 ia menikahi Claire Higham, seorang siswa graudate University of Illinois. Mereka mempunyai tiga anak yang di kemudian hari berhasil dalam karier mereka. Claire dan Elias tinggal di dekat Kmpus Harvard di Camridge, sebagaimana hampir 30 tahun mereka hidup di sana. Hobinya di waktu senggang adalah melakukan kegiatan luar ruang dan bermain musik. Ia sangat bangga terhadap banyak siswa graudate dan rekan-rekan pascadoktoral dari seluruh dunia tang telah bekerja di kelompok penelitiannya.

Patarsono Tinambunan

About Patarsono Tinambunan -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :