09 September 2017

Patarsono Tinambunan

BIOGRAFI KARY B. MULLIS

Hasil gambar untuk GAMBAR KARY B. MULLIS

KARY B. MULLIS
(Peraih Nobel Tahun 1993)
Ayahnya, Cecil Banks Mullis, dan ibunya (yang dulu bernama Barnice Alberta Barker), dibesarkan di pedesaan North Carolina di kaki bukit Pegununggan Blue Ridge. Keluarga ayahnya mempunyai toko kelontong , yang tidak pernah ia lihat.
                Kary B. Mullis masuk SMU di Columbia. Ia berjumpa istri pertamanya, Richard, yang ia nikahiketika ia sedang melakukan penelitian untuk memperoleh gelar B. S. bidang kimia di Georgia Tech. Kary mempelajari sebagian besar hal-hal teknis yang bermanfaat, matematika, fisika, kimia, yang kemudian ia gunakan selama 4 tahun itu. Kary melakukan sedikit hal ini, kecuali bermain dengan ayahnya, Loise, dan mengganti popoknya di malam hari.
                Tahun 1966 ia pindah ke Berkeley, California. Kary meraih gelar Ph. D. Bidang biokimia dengan pembimbing J.B. Neilands dan di sana ia mempelajari hal-hal lainnya, yakni bidang nonteknis. Setelah itu, ia sulit untuk benar-benar membicarakan kebangkitan pertanian kakek dan neneknya, kecuali kepada Cynthia dan anak-anak lelakinya.
                Kary berjumpa Cynthia ketika ia tinggal Kansas selama tiga tahun. Ia gadis istimewa dari sebuah keluarga pedagang tua tanaman pangan dan seorang patologi. David Gibson. Cynthia mendorongnya agar menulis dan menghadirkan Christopher  dan Jeremy ke dunia. Kary meninggalkannya ketika ia tinggal di California sekitar tahun 1981. Beberapa orang mengatakan tindakannya ini bodoh.
                Saat itu ia sedang meneliti Cetus, membuat oligonukleotida. Itu adalah masa yang sulit. Bioteknologi sedang berkembang pada suatu malam musim semi, ketika pohon-pohon buckeye juga sedang berbunga, ia menemukan reaksi rantai polimerase. Kary sedang mengemudi dengan Jennifer Barnett ke sebuah pondok  yang telah ia angun di California di bagian utara. Mereka bekerja dan tinggal di sana. Jennifer Barnett adalah inspirasi Kary selama waktu itu, sebagai satu-satunya perempuan cerdas ketika ia tengah berkaembang di usianya. Keesokan paginya ia tidak mengertiapa yang telah terjadi semalam. Kary mempunyai firasat. Itulah hari pertama dari sisa hidupnya selanjutnya.
                Dari situ muncullah keputusan tungggal. Ia bekerja sebagai seorang konsultan, meraih Hadiah Nobel, dan kembali lagi menulis.

Patarsono Tinambunan

About Patarsono Tinambunan -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :