09 September 2018

Taksonomi Dan Identifikasi Biawak

Inilah Taksonomi / Klasifikasi dan Identifikasi Biawak :

          Kingdom: Animalia
          Filum: Chordata
          Kelas: Sauropsida
          Ordo: Squamata
          Subordo: Scleroglossa
          Infraordo: Anguimorpha
          Superfamili: Varanoidea
          Famili: Varanidae
          Genus: Varanus
           Species      :
  • Varanus nebulosus (Clouded Monitor) --> Jawa Timur
  • Varanus dumerilii (Dumeril's Monitor) --> Sumatera & Kalimantan
Habitat Biawak dan Kebiasaan hidupnya :

Biawak biasanya mendiami tepi sungai atau saluran air, tepian danau, pantai, dan rawa-rawa termasuk rawa bakau.
Di perkotaan, biawak sering ditemukan  di gorong-gorong saluran air yang bermuara ke sungai.
Biawak memangsa aneka serangga, ketam atau yuyu, berbagai jenis kodok, ikan, kadal, burung, serta mamalia kecil seperti tikus dan cerurut. Biawak pandai memanjat pohon. Di hutan bakau, biawak kerap mencuri telur atau memangsa anak burung. Biawak juga memakan bangkai, telur kura-kura, penyu atau buaya.



Taksonomi Dan Identifikasi Buaya

Inilah Klasifikasi / Taksonomi dan identifikasi Buaya:


                       Kingdom : Animalia
                       Filum : Chordata
                       Sub Filum : Vertebrata
                       Super Kelas : Tetrapoda
                       Kelas : Reptilia
                       Ordo : Crocodilidea
                       Famili : Crocodilidae
                       Genus : Crocodilus
                       Spesies : Crocodilus porosus


 Disamping itu inilah ciri-ciri buaya :

        a. Termasuk hewan berdarah dingin.
        b. Hewan karnivora (pemakan daging) 
        c. Berkembang biak dengan nertelur.
        d. Dapat bertelur hingga 6-8 butir telur.
        e. Memiliki rahang yang sangat kuat.
        f. Memiliki gigi taring yang sangat tajam.
        g. Memiliki selaput pada bagian hidung dan mata.
        h. Memiliki sepasang mata.
        i. Bernapas dengan paru-paru.
        j. Memiliki sisik yang sangat keras dan menutupi hampir seluruh tubuhnya.
        k. Memiliki sepasang laki depan dan sepasang kaki belakang.
        l. Memiliki kuku yang panjang dam tajam.
        m. Umumnya memiliki kulit yang berwarna hijau tua.


27 August 2018

TAKSONOMI DAN IDENTIFIKASI IKAN LELE (Clarias batracus)

Ciri-ciri  ikan lele adalah tubuhnya yang licin, agak memanjang, tidak bersisik, dan sirip punggung dengan sirip anus yang juga panjang hampir menyatu dengan sirip ekor.
Kepala ikan lele ini bentuk memipih dan keras, dengan matanya yang kecil dan mulutnya yang lebar. Ikan lele dan mempunyai 4 pasang sungut yaitu 2 pasang terletak dibawah dan 2 pasangnya lagi terletak di atas.  Fungsi sungut nya adalah sebagai peraba yang sangat berguna untuk dia bergerak didalam air yang gelap.
                Adapun klasifikasi ikan lele adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Animalia
Filum              : Chordata
Kelas              : Pisces
Subkelas         : Teleostei
Ordo                : Ostariophysi
Sub ordo         : Siluroidea
Family             : Claridae
Genus              : Clarias
Spesies            : Clarias batracus
 

09 September 2017

BIOGRAFI RICHARD R. ERNST

Hasil gambar untuk GAMBAR RICHARD R. ERNST

RICHARD R. ERNST
(Peraih Nobel Tahun 1991)
Richard R. Ernst lahir pada tahun 1933 di Winterthutr, Swiss,  tempat leluhurnya hidup sejak abad ke-15. Richard tinggal di rumah yang di bangun tahun1998 oleh kakeknya, seorang pedagang. Ayahnya, Robert Ernst, mengajar arsitektur di sekolah tinggi teknik di kotanya. Richard sangat beruntung tumbuh besar bersama dua saudara perempuannya pada sebuah kota yang menggabungkan gaya artistik yang unik dari aktivitas indusri. Koleksi-koleksi seni yang berharga dan sebuah   orkestra yang kecil tetapi  terkenal menyebarkan ketenaran Winterthur jauh melintasi perbatasa Swiss.
                 Setelah menyelesaikan SMU, Richard mulai dengan harapan dan antusiasme tinggi untuk mempelajari  kimia di Swiss Federal Institute of Technology yang terkenal di Zurich (ETH-Z). Ia kecewa oleh kondisi kimia di awal abad ke- 15 sebagaimana di ajarkan di ETH-Z. Diperlukan ingatan yang baik deng logika tanpa kesalahan. Kuliah-kulia kimia fisika juga tidak mengungkapakan banyak pemahaman alias hanya terbatas pada termodinamika klasik. Alhasih, ia harus terus, seperti di SMU, untuk memperoleh  pengetahuan kimia  yang layak dengan cara membaca.
                 Setelah memperoleh diploma sebagai seorang “Diploma Insinyur Kimia” dan melakukan wajib   militer lengkap, ia harus memulai tesis Ph D. Di laboratorium Profesor Gunthard. Beruntung,  profesor itu di menerima Richard dan menghubungkannya dengan seorang ilmuwan muda yang brilian, Hans Primas, yang t idak pernah menempuh studi formal apa pun. Akan tetapi, sungguhpun demikian, dengan cepat memperoleh apa pun yang di perlikan untuk penelitiannya yang ada waktu  itu membahas resonansi magnetis nuklir beresolusi tinggi (NMR) T, sebuah bidan yang masih “bayi” pada waktu itu.
                Hal penting yang paling utama bagi keberhasilan eksperimen-eksperimen yang jauh lebih maju dan teknik-teknik pengukuran di NMR adalah adanya komputer laboratorium yang langsung berhubungan dengan spektrometer. Selama tahun-tahun terakhirnya di Varian (1966-1968), ia mengembangkan banyak aplikasi komputer dalam spektroskopi untuk eksperimen-eksperimen otomatis dan pemrosesan data yang lebih baik.   
                Tahun 1968 ia kembali ke Swiss setelah melakukan perjalanan jauh ke Asia. Kunjungan singkat ke Nepal mengawali cintanya yang abadi terhadap seni Asia. Minat utamanya terarah pada lukisan-lukisan jalanan Tibet, yang di sebut  thangkas, sebuah bentuk seni religius yang unik dan paling menarik, dengan aturannya sendiri yang ketat namun merangkum kebahagiaan kreativitas luar biasa. Kembali ke Swiss, Richard mempunyai kesempatan untuk mengambil alih pimpinan kelompok peneliti NMR di Laboratorium Kimia Fisika ETH-Z, setelah Profesor Primas mengalihkan minatnya lebih ke arah kimia teoritis.
                Meskipun kekurangan instrumen yang layak pada awalnya, ia tetap melanjutkan penelitian tentang penyempurnaan metodologi NMR berdomain waktu dengan eksperimen-eksperimen siklus yang berulang dan resonansi ganda Fourier. Selain itu, ia melakukan eksperimen-eksperimen polarisasi nuklir dinamis yang diaktifkan secara kimia untuk domain waktu bersiklus (CIDNP), Pada saat, ia juga mengembangkan resonansi stokastik sebagai alternatif untuk spektroskopi FT yang menggunakan rangkaian derau binary pseudorandom untuk broadband excitation, menghubungkan derau masukan dan keluaran. Pekerjaan yang sama dilakukan secara bersamaan oleh Prof. Reinhold Kaiser di University of New Brunswick. 
                Pada perkembangannya, Richard dengan senang hati berkolaborasi dengan Prof. Arthur Schweiger, seorang pakar spektrokopi EPR yang sangat inovatif dalam pengembangan EPR getar dan teknik-teknik ENDOR. Ini akan menghasilkan bidang yang secara khusus menantang karena kendala-kendala berlainan yang inheren dan banyak cara untuk mengatasi masalah itu.
                Pada tahun-tahun terakhir, kian banyak waktu yang terserap oleh pekerjaan administratif untuk dewan riset ETHZ yang mana saat itu ia duduk sebagai presidennya. Lembaga-lembaga pengajaran dan riset secara vital bergantung pada keterlibatan aktif para ilmuwan juga dalam fungsi-fungsi manajemen. Dengan menengok ke belakang, ia menyadari hidupnya telah diwarnai secara luar biasa oleh keadaan-keadaan eksternal, tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Dalam hal tyesis Ph. D (pekerjaan awalnya di Amerika Serikat) adalah mendengarkan tentang gagasan Jean Jeener,  dan terutama rekan-rekan kerja yang sangat cemerlang.
                Akhirnya, Richard sangat berhutang budi untuk dorongan dan jarangnya penyesuaian standarnya atas nilai-nilai oleh Magdalena, istrinya, yang tinggal bersama selama lebih 20 tahun, meskipun semua masalah perkawinan bersumber dari kecanduan kerja yang egois dengan perangai yang sulit di duga. Magdalena, tanpa banyak mendapat masukan dari sang suami, telah mendidik tiga anaknya: Anna Magdalena (guru taman kanak-kanak), Katharina Elisabeth (guru sekolah dasar), and Hans-Martin Walter (masih di sekolah menengah).

BIOGRAFI KARY B. MULLIS

Hasil gambar untuk GAMBAR KARY B. MULLIS

KARY B. MULLIS
(Peraih Nobel Tahun 1993)
Ayahnya, Cecil Banks Mullis, dan ibunya (yang dulu bernama Barnice Alberta Barker), dibesarkan di pedesaan North Carolina di kaki bukit Pegununggan Blue Ridge. Keluarga ayahnya mempunyai toko kelontong , yang tidak pernah ia lihat.
                Kary B. Mullis masuk SMU di Columbia. Ia berjumpa istri pertamanya, Richard, yang ia nikahiketika ia sedang melakukan penelitian untuk memperoleh gelar B. S. bidang kimia di Georgia Tech. Kary mempelajari sebagian besar hal-hal teknis yang bermanfaat, matematika, fisika, kimia, yang kemudian ia gunakan selama 4 tahun itu. Kary melakukan sedikit hal ini, kecuali bermain dengan ayahnya, Loise, dan mengganti popoknya di malam hari.
                Tahun 1966 ia pindah ke Berkeley, California. Kary meraih gelar Ph. D. Bidang biokimia dengan pembimbing J.B. Neilands dan di sana ia mempelajari hal-hal lainnya, yakni bidang nonteknis. Setelah itu, ia sulit untuk benar-benar membicarakan kebangkitan pertanian kakek dan neneknya, kecuali kepada Cynthia dan anak-anak lelakinya.
                Kary berjumpa Cynthia ketika ia tinggal Kansas selama tiga tahun. Ia gadis istimewa dari sebuah keluarga pedagang tua tanaman pangan dan seorang patologi. David Gibson. Cynthia mendorongnya agar menulis dan menghadirkan Christopher  dan Jeremy ke dunia. Kary meninggalkannya ketika ia tinggal di California sekitar tahun 1981. Beberapa orang mengatakan tindakannya ini bodoh.
                Saat itu ia sedang meneliti Cetus, membuat oligonukleotida. Itu adalah masa yang sulit. Bioteknologi sedang berkembang pada suatu malam musim semi, ketika pohon-pohon buckeye juga sedang berbunga, ia menemukan reaksi rantai polimerase. Kary sedang mengemudi dengan Jennifer Barnett ke sebuah pondok  yang telah ia angun di California di bagian utara. Mereka bekerja dan tinggal di sana. Jennifer Barnett adalah inspirasi Kary selama waktu itu, sebagai satu-satunya perempuan cerdas ketika ia tengah berkaembang di usianya. Keesokan paginya ia tidak mengertiapa yang telah terjadi semalam. Kary mempunyai firasat. Itulah hari pertama dari sisa hidupnya selanjutnya.
                Dari situ muncullah keputusan tungggal. Ia bekerja sebagai seorang konsultan, meraih Hadiah Nobel, dan kembali lagi menulis.
 
Copyright © Nama Blog Anda